Kontak Informasi

Sekretariat Visi Unilak Jalan Yos Sudarso Universitas Lancang Kuning

Jumpai kami di

Kendati semakin carut marutnya keadaan Dinamika Kongres Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa.

“Saya Selaku Ketua Mandataris ormawa se-lingkungan FIA Mahel Armansyah mengutuk keras dan sangat menyayangkan yang pertama itu akan kejadian yang sempat Viral yang terjadi Di pelantaran Parkir Masjid, ada kejadian usai Sholat di dorong-dorong sampai terjatuh dan sesak nafas, itu ada apa sehingga seolah semua kita menutup mata sehingga saya berpandangan bahwa Proses dan tahapan rangkaian Kongres yang sangat jauh dari Nilai Humanis” Ujar Mahel

Lanjutnya “Yang kedua, Aturan yang makin tak jelas yang dilakukan oleh PKM (Panitia Kongres Mahasiswa)”.

“Beliau bisa membaca tidak, kalo tidak biar saya bacakan lagi, kemaren juga udah kita sampaikan dengan sahabat saya Dimas Pagestu lihat dan dengar itu konfrensi pers yang peduli dengan Konstitusi atau pedoman organisasi kemahasiswaan seharusnya udah terang dan jelas di bagian bab ketentuan Peralihan pada pasal 54″
“Segala Yang Bertentangan dengan POK (Pedoman Organisasi Kemahasiswaan) dinyatakan tidak berlaku, dan POK yang ditetapkan pada tanggal 3 januari 2020 se yogyanya agar bisa menyesuaikan.
Semua ada aturan mainnya bro tak bisa suka-suka dewe “ tambah Ketua DPM FIA

“Yang terakhir saya sampaikan, Mari kita bersama Jaga wibawa Kampus atau institusi dengan cara kita Taat aturan yang berlaku dan Raihlah Prestasi, kita ini pentolan masing-masing Fakultas dan termaktub dalam UUD 1945 Negara kita adalah juga Adalah Negara Hukum bukan Negara anarchy/kekerasan, kepada siapapun Jangan takut sebagaimana hadist yg diriwayatkan oleh Ahmad dan Shahih “Qulil Haq Walau kaan Murron” yang artinya Sampaikanlah kebenaran sekalipun itu pahit”.

Sambungnya “Oleh karenanya Saya Siap mengawal bersama Pimpinan fakultas, Rektor dan seluruh Ormawa dan mahasiswa Di Unilak untuk melawan bentuk perbuatan Kekerasan dilingkungan Ibadah dan Kampus, serta Tegakan Aturan POK sebagaimana mestinya”.

undzhur maa qoola walaa tandzhur man qoola (Lihatlah apa yang dibicarkaan, dan jangan melihat siapa yang berbicara) “tambahnya sebagai penutup pembicaraan.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published.